Esensi Analisis Web
Definisi
Analisis
Web adalah
pengukuran, pengumpulan, analisis dan pelaporan data internet untuk tujuan
memahami dan mengoptimalkan penggunaan web. Metodologi adalah
cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan. Jadi Metodologi Analisis Web adalah cara yang
digunakan untuk mengoptimalkan sebuah web dengan melakukan pengumpulan serta
pengukuran data pada internet.
Metodologi paling klasik terdiri dari 5
fase yaitu :
1. Fase
requirement. mencari tahu apa yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek
pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.
2. Fase
analisa. memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja
yang diperlukan, masalah yang kemungkinan dihadapi, apa saja yang diperlukan
dalam proses pengembangan, dsb.
3. Fase
perancangan. membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat
berdasarkan hasil analisa sebelumnya.
4. Fase
pengembangan. tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada
tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah
berjalan sesuai yang diinginkan.
5. Fase
installasi. setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah
memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si
setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi
ini.
Dasar-Dasar
Analisis Web
Analisis
Web, juga dikenal sebagai analisis lalu lintas atau pengendalian Web, berfungsi
untuk meningkatkan efisiensi dan memantau kesuksesan situs web jangka panjang.
Ini adalah metode untuk merekam dan mengevaluasi informasi tentang perilaku
pengunjung, serta menghitungnya menjadi data statistik (KPI). Dari metrik
kinerja ini, tindakan yang tepat kemudian dapat diturunkan yang dimaksudkan
untuk menghasilkan perkembangan positif tergantung pada tujuan dari operator
situs web.
1.
KPI (Key Performance Indicator)
Adalah informasi statistik yang hanya memiliki signifikansi
nyata jika dibandingkan dengan data spesifik atau industri sebelumnya. Ini
harus dipertimbangkan dalam jangka waktu yang wajar agar bisa melihat perubahan
sebagai tren dan bukan sebagai fluktuasi sehari-hari biasa. Namun, analisis
reguler direkomendasikan untuk melakukan tindakan tepat waktu berdasarkan data
statistik utama dengan tren negatif.
2.
Paling banyak dilihat
Informasi penting
lainnya, yang ditentukan oleh analisis web, adalah lalu lintas. Dengan
demikian, efek dari kampanye periklanan yang telah diterapkan tidak hanya
mencerminkan peningkatan penjualan, namun juga pada peningkatan lalu lintas.
3.
Durasi kunjungan
Selain
pengembangan jumlah kunjungan, dimungkinkan untuk menganalisis perilaku pengguna.
Durasi kunjungan di situs web, yang juga dideteksi oleh analisis web, merupakan
indikator kepuasan pelanggan, dan bisa dijadikan insentif untuk membuat situs
lebih user-friendly.
4.
Jalur pengguna yang populer
Kelemahan
dari sebuah situs web mungkin terungkap karena analisis tersebut akan
mengungkapkan informasi spesifik mengenai subpages masing-masing. Dengan
demikian, jalur dan urutan pengguna kliknya dapat dilacak dan jika aplikasi
berhasil bahkan dapat dipengaruhi dan dikendalikan.
Untuk
menggambarkan data yang diperoleh terkait dengan topik tertentu, berbagai
statistik dapat dihasilkan yang memberikan nilai informatif dengan kejelasan.
5.
Nilai halaman
Nilai halaman
menunjukkan seberapa berharganya sebuah halaman sehubungan dengan tindakan yang
dilakukan oleh pengunjung yang mengikutinya. Dalam kasus ideal ini mungkin
merupakan transaksi, konversi atau pembangkitan timbal.
6.
Klasifikasi pengunjung
Bagi
operator toko online, analisis web memberikan rincian pengunjung berdasarkan
minat beli. Mayoritas pengunjung akan meninggalkan situs tanpa menyelesaikan
pembelian. Alasannya adalah mereka sering menjadi pelanggan baru yang belum
siap untuk berkomitmen membeli produk yang tidak biasa.
Selanjutnya,
seseorang dapat menentukan jumlah pengguna yang menambahkan item ke keranjang
mereka terlepas dari pembelian akhir, sedangkan kelompok pengunjung lain
melakukan pembelian. Jika ini secara teratur diminati pelanggan dengan
keputusan pembelian yang sering, itu disebut basis pelanggan.
Parameter Dalam Analisa Website
1.
Accesibility
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA ?.
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA ?.
2.
Readibility
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
3.
Speed
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik.
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik.
4.
Content
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
5.
Technology
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain dibangun
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain dibangun
Tipe-Tipe Analisis
Web
1.
Content Analysis
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
2.
Interaction Analysis
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
3.
Functional Analysis
Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil
Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil
4.
Configuration Analysis
Konfigurasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga meliputi relasi database dengan web jika diperlukan. Setelah mengetahui apa saja jjenis dari analisis maka kita akan masuk ke tahap proses menganalisanya.
Konfigurasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga meliputi relasi database dengan web jika diperlukan. Setelah mengetahui apa saja jjenis dari analisis maka kita akan masuk ke tahap proses menganalisanya.
Kualitas Pengukuran Website
Kualitas
pengukuran website terdiri dari 2 yaitu : SerQual dan WebQual
1.
SERVQUAL
ServQual
adalah salah satu metode untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap
layanan yang diberikan. Metode ServQual memperhatikan harapan pelanggan
mengenai layanan yang akan diterimanya (expectation) dan layanan yang telah
diterimanya (perception). Menurut Tjiptono (2005) service quality adalah suatu
tingkat keunggulan yang diharapkan dimana pengendalian atas tingkat keunggulan
tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan [12].
Berikut
ini adalah dimensi-dimensi dari ServQual;
·
Reliability: kemampuan untuk memberikan
jasa dengan segera dan memuaskan.
·
Responsiveness: kemampuan untuk
memberikan jasa dengan tanggap.
·
Assurance: kemampuan, kesopanan, dan
sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf, bebas dari bahaya, resiko
dan keragu-raguan.
·
Emphaty: kemudahan dalam melakukan
hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pelanggan.
·
Tangibles: fasilitas fisik,
perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.
2.
WEBQUAL
WebQual
merupakan salah satu metode pengukuran kualitas website yang dikembangkan oleh
Stuart Barnes dan Richard Vidgen (1998) berdasarkan persepsi pengguna akhir
(end-user).), WebQual adalah “...structured and disciplined process that
provide a means to identify and carry the voice of the customer through each
stage of product and or service development and implementation” yang artinya
WebQual adalah proses terstruktur dan disiplin yang menyediakan sarana untuk
mengidentifikasi dan membawa suara pelanggan melalui setiap tahap pengembangan produk
dan atau jasa dan pelaksanaanya [11].
Berikut
ini adalah dimensi-dimensi dari WebQual;
·
Usability Quality : Persepsi pengguna
terhadap kemudahan dibaca dan dipahami, serta kemudahan beroperasi dan
bernavigasi.
·
Information Quality : Persepsi pengguna
terhadap informasi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan, selalu
up-to-date dan akurat, serta informasi yang dapat dipercaya, relevan, mudah
dibaca, dan dipahami.
·
Service Interaction Quality : Persepsi
pengguna terhadap semua proses layanan dapat diselesaikan secara online,
proyeksi gambar sesuai dengan situs pemerintah, serta penggunaan situs sebagai
sarana interaksi alternatif yang keamanannya lebih baik.
Langkah-Langkah Dasar Proses
Analisis Web
1. Pengumpulan data (Collection of data)
Tahap
ini adalah pengumpulan data dasar dan dasar. Biasanya, data ini adalah
hitungan hal. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengumpulkan data.Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data
hasil penelitian, yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas
pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan
reliabilitas instrumen. Kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan
cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Macam-macam teknik
pengumpulan data antara lain:
·
Interview (Wawancara)
Wawancara
menurut Satori & Komariah (2011: 130) adalah suatu teknik pengumpulan data
untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui
percakapan atau tanya jawab. Sugiyono (2010: 194) menjelaskan bahwa wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan
studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga
mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
kecil/sedikit.
·
Kuisioner (Angket)
Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 199).
Kuesioner efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan
tahu apa yang diharapkan dari responden. Kuesioner cocok digunakan apabila
jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat
berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka.
·
Observasi (Pengamatan)
Pengertian
observasi menurut Satori & Komariah (2011: 105) adalah pengamatan terhadap
suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk
memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Secara langsung dengan
terlibat ke lapangan dengan melibatkan seluruh pancaindera. Sedangkan tidak
langsung dengan dibantu mediavisual/audiovisual.
·
Dokumentasi
Dokumen merupakan
catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar,
atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen berbentuk tulisan misalnya
catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan.
Dokumen berbentuk gambar misalnya foto, sketsa, dll. Dokumen berbentuk karya
misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dll. Dalam
penelitian kualitatif studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode
observasi dan wawancara.
·
Tes
Tes digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta
besarnya kemampuan obyek yang diteliti (Arikunto, 2006: 223). Sumber yang
dikenai tes bukan hanya manusia. Misalnya binatang, mesin mobil, dll. Contoh:
Jika seekor anjing pelacak akan digunakan sebagai pembantu polisi untuk
mendeteksi narkoba, dia dites dulu apakah kiranya memiliki kecerdasan dan
penciuman yang tajam, sehingga ada kemungkinan untuk dilatih. Selama dan
sesudah latihan berlangsung, anjing tersebut dites lagi berkali-kali untuk
diketahui seberapa tinggi peningkatan kemampuannya.
·
Triangulasi
Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan
sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai
teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono, 2010: 330).
Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya
peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu
mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai
sumber data. Triangulasi digunakan pada penelitian kualitatif.
2. Pemrosesan data menjadi informasi (Processing of data into information)
Tahap ini biasanya menghitung dan menjadikannya
rasio, meskipun mungkin masih ada beberapa penghitungan. Tujuan dari tahap ini adalah
untuk mengambil data dan menyesuaikannya menjadi informasi, khususnya metrik.
Secara umum proses pengolahan data menjadi informasi melalui
tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Tiga tahapan dasar tersebut
dikembangkan sebagai berikut.
·
Penghimpunan dan Pencatatan Data
Tahapan ini
berhubungan dengan proses pengumpulan atau penghimpunan data yang biasanya
merupakan proses pencatatan (recording) data
ke dokumen dasar atau formulir. Penghimpunan data dapat diperoleh melalui
formulir-formulir yang sudah dibuat sebelumnya, seperti formulir penerimaan
siswa baru, formulir pasien rumah sakit, formulir pengajuan pembukaan rekening
bank dan lain sebagainya.
Tahapan
penghimpunan dan pencatatan data melalui komputerisasi dapat dilakukan dengan
cara melakukan input data melalui aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan.
Tahapan dari cara kerja sistem komputer ini adalah data yang telah didapatkan
dan dikumpulkan dimasukkan oleh pemakai atau pengguna pada perangkat input,
kemudian dengan metode tertentu data yang diinputkan diolah atau diproses oleh
perangkat proses dan selanjutnya dihasilkan informasi oleh perangkan keluaran
(output device).
·
Pengklasifikasian Data
Setelah
tahapan penghimpunan dan pencatatan data maka tahapan selanjutnya adalah
pengklasifikasian data. Dalam tahapan ini, data diberi identitas atau
diklasifikasikan. Identifikasi tersebut dapat dilakukan untuk suatu kelompok
atau beberapa kelompok dari data tersebut sehingga nantinya merupakan karakteristik
dari data yang bersangkutan.
·
Penyusunan Data (Sorting)
Setelah data-data yang diolah diberikan identifikasi seperti
diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa,
contohnya mengurutkan data berdasarkan kode klasifikasinya, berdasarkan nama,
tanggal, dan lain sebagainya. Proses ini dinamakan sorting.
·
Perhitungan
(calculating)
Tahapan
ini data dihitung atau dikalkulasi seperti pelaksanaan perhitungan atau disebut
juga calculating.
·
Penyusunan
laporan (summarizing)
Untuk
memungkinkan dilakukan analisis terhadap data atau informasi yang dihasilkan,
diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan
keinginan pemakai informasi.
·
Penyimpanan
(storing)
Storing
atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis kedalam file untuk referensi
dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Media penyimpanan ini terdiri dari
beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam
sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dan dokumen. Dapat juga disimpan
pada dunia maya. Baca Cara Menyimpan Menggunakan Google
Drive dan Dropbox
·
Pencarian
(retrieving)
Di
dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan
cara penyimpanannya terutama jika pengolahan datanya menggunakan komputer.
·
Komunikasi
(communicating)
Dalam
proses pengolahan data menjadi informasi sampai informasi tersebut dapat
dipakai oleh user atau pengguna, maka diperlukan suatu komunikasi sehingga
mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi.
·
Penggandaan
(reproducing)
Untuk
pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan
lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan menggunakan mesin fotocopy, disk
maupun magnetic tape. Penggandaan berarti proses, cara, perbuatan menggandakan.
Jadi, kata menggandakan berarti usaha memperbanyak atau melipatgandakan
beberapa kali dokumen.
Demikian
pula halnya dengan data, data digandakan untuk keperluan tertentu. Penggandaan
data berarti suatu perbuatan menggandakan atau memperbanyak data sesuai dengan
kebutuhan menggunakan alat pengganda.
·
Pendistribusian
data
Pendistribusian
data dan inromasi dapat dilakukan bila data sudah digandakan. Penggandaan data
tersebut dilakukan agar data dapat dijadikan sebagai informasi bagi yang
membutuhkannya. Penggandaan dapat dilakukan melalui media penyimpanan seperti
CD, DVD, maupun melalui cetakan dan sebagainya. Hasil penggandaan data ini
kemudian dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap data
tersebut sebagai penunjang pekerjaan.
3. Mengembangan
KPI (Developing
Key Performance Indicators)
Tahap
ini berfokus pada penggunaan rasio (dan jumlah) dan menanamkannya dengan
strategi bisnis, disebut sebagai indikator kinerja utama (KPI). Sering
kali, KPI menangani aspek konversi, tetapi tidak selalu. Itu tergantung
pada organisasi. Berikut merupakan langkah-langkah dalam pengembangan KPI :
·
Desk study (persiapan)
Pada tahap ini tim yang ditagskan untuk mengembangkan KPI
memulai kegiatan pertamanya dengan amengidentifikasi isu yang berkembang saat
ini di industri, baik level global ataupun local. Selain itu juga menggali
strategic statement organisasi yang meliputi; visi, misi, tujuan, budaya,
strategi, struktur organisasi, tupoksi, SOP angka-angka kinerja dan arah
pengembangan bisnis ke depan. Selain itu tim juga sebaiknya mengidentifikasi
model atau kriteria praktik terbaik yang bisa diadaptasi menjadi model praktek
kerja organisasi. Output dari tahapan ini adalah gambaran mengenai kondisi
kinerja saat ini dan yang akan diwujudkan di masa yang akan datang serta
strategy map dalam kerangka Balanced Scorecard (BSC) yang meliputi aspek
keuangan, public, proses internal, dan pembelajaran yang selaras dengan visi
misi organisasi.
·
Data collection (pengumpulan
data)
Pada tahap ini tim konsultan akan melakukan Focused Group
Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi sasaran strategik
dan proses kerja masing masing dan menentukan tahapan kerja yang dianggap
menentukan dalam pencapaian sasaran kinerja (tahapan kerja kritis). Selanjutnya
tim konsultan akan mengidentifikasi KPI Level Korporat dan menurunkan KPI
Korporat tersebut pada level Bagian sampai pada setiap jabatan
·
Analisis
Pada tahap ini tim melakukan kajian mendalam tahapan
kerja kritis yang ada dan kemudian mengembangkan definisi, rumusan perhitungan,
level penilaian indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI).
Hasil identifikasi tersebut kemudian akan divalidasi dengan setiap satuan kerja
dan menyepakati KPI yang akan digunakan di Bagian dan setiap jabatan.
·
Workshop
hasil analisis
Pada tahap ini tim mempresentasikan hasil kajian dan KPI
yang telah disepakati masing masing Bagian kepada jajaran pimpinan organisasi
untuk mendapatkan masukan. Biasanya dilakukan dengan mengundang pimpinan masing
masing bagian, kemudian membahasnya secara berurutan sehingga merka benar-benar
paham dan menyepakati jiga sudah benar atau memberi masukan jika kurang sesuai.
·
Perbaikan
hasil analisis
Pada tahapan ini tim memperbaiki draft KPI berdasarkan
masukan yang didapat dalam lokakarya hasil analisis. Proses perbaikan
membutuhkan waktu yang cukup lama. Minimal 1 bulan. Dalam proses perbaikan
tersebut juga dikembangkan form monitoring dan feedback agar
KPI tersebut dapat diterapkan secara langsung begitu selsai disepakati. Dalam
tahap ini juga dilakukan proof reading dan layouting draft.
·
Presentasi
dan diskusi hasil perbaikan
Pada tahap ini tim mempresentasikan hasil perbaikan
draft KPI di hadapan pimpinan organisasi. Tujun dari presentasi ini adalah
untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan, sehingga bagian SDM dapat segera
mensosialisasikan dan mengimplementasikannya.
·
Penyerahan
Hasil
Pada tahap ini tim menyerahkan hasil dan laporan
akhir sebagai tanda selesainya pelaksanaan project. hasil yang diserahkan
berupa hard copy yakni buku dan soft copy yang disimpan dalam CD ata flash
disk.
4. Merumuskan
Strategi Online (Formulating online strategy)
Tahap ini
berkaitan dengan tujuan, sasaran, dan standar online untuk organisasi atau
bisnis. Strategi-strategi ini biasanya terkait dengan
menghasilkan uang, menyimpan uang, atau meningkatkan pangsa pasar.
Tujuan Analisis Web
Banyak
statistik kunci dihitung dan diamati sebagai bagian dari analisis web secara
umum. Masing-masing indikator ini merupakan insentif untuk mengambil tindakan
terhadap perbaikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi operator situs web
untuk fokus pada tujuan utama mereka dan menetapkan prioritas dengan benar.
Jika demikian, maka pengenalan yang konsisten dan cepat dari ukuran yang
ditargetkan adalah mungkin.
Kemungkinan sasaran analisis web
dapat dilakukan:
·
Tingkatkan jumlah pengunjung
·
Kesetiaan pelanggan
·
Menjaga pengunjung di website selama mungkin
·
Meningkatkan konversi
·
Meningkatkan kepuasan pelanggan
·
Mengendalikan kesuksesan periklanan
·
Meningkatkan pendapatan dengan menjual
Sumber
:

Komentar
Posting Komentar