JURNAL ANALISIS WEB
Berikut merupakan jurnal yang telah kami susun sedemikian rupa untuk memenuhi penilaian tugas mata kuliah Pengantar Web Science :
https://drive.google.com/file/d/1zbkTomGpCJPdvH_fRfC3uuvNEoHOMhoU/view?usp=sharing
Anggota Kelompok :
https://drive.google.com/file/d/1zbkTomGpCJPdvH_fRfC3uuvNEoHOMhoU/view?usp=sharing
Anggota Kelompok :
Bakti Abdul Nafi 51418348
David 51418675
Hatta Farhan
Hasyim 53418091
Luthfy Adriansyah 53418873
Mohammad Gibran
54418229
Putri Anggita K 55418632
2IA01
UNIVERSITAS GUNADARMA
ANALISIS
DAN PERANCANGAN WEBSITE SEBAGAI SARANA INFORMASI
Bakti Abdul Nafi 1, David 2, Hatta Farhan Hasyim 3, Luthfy Adriansyah 4,
Mohammad Gibran 5, Putri Anggita K 6
Teknik Informatika
Universitas Gunadarna
JL.Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Telp 14022 Mail: mediacentere@gunadarma.ac.id
Universitas Gunadarna
JL.Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Telp 14022 Mail: mediacentere@gunadarma.ac.id
ABSTRAK
Analisis kualitas website sangat penting
untuk dikaji. Website yang dibangun harus mampu memperoleh tingkat kepuasan
yang tinggi tanpa meninggalkan tujuan khusus dari pembuatan website itu
sendiri. Kepuasan masyarakat merupakan
salah satu faktor atau ukuran keberhasilan bagi setiap pengembangan website.
Kualitas layanan yang baik tidak hanya berdasarkan pada sudut pandang atau
persepsi pihak penyedia layanan, tetapi juga berdasarkan pada sudut pandang
atau persepsi masyarakat. Masyarakat yang menikmati layanan adalah masyarakat
yang dapat menentukan kualitas layanan website. Tujuan penelitian ini dilakukan
untuk membahas mengenai pengukuran kualitas web dan langkah-langkah dasar
analisis website dimulai dari pengumpulan data, pemrosesan data,
mengembangkan KPI dan merumuskan strategi online. Oleh karena itu, penelitian
ini menggunakan metode studi pustaka yang ada, dengan cara melakukan penelitian
dan pencarian informasi-informasi yang menunjang dalam pembuatan sebuah website.
Kata Kunci :
Web , Analisis , Data
ABSTRACT
Analysis of
website quality is very important to be studied. The website that is built must
be able to obtain a high level of satisfaction without leaving the specific
purpose of making the website itself. Community satisfaction is one factor or
measure of success for every website development. Good service quality is not
only based on the perspective or perception of the service provider, but also
based on the perspective or perception of the community. People who enjoy
services are people who can determine the quality of website services. The
purpose of this study was conducted to discuss the measurement of web quality
and the basic steps of website analysis starting from data collection, data
processing, developing KPIs and formulating online strategies. Therefore, this
research uses existing library study methods, by conducting research and
searching for information that supports in making a website.
Keywords : Web ,
Analysis , Data
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kini
senantiasa mengalami peningkatan pesat pada pemanfaatannya yang semakin beragam
menyesuaikan dengan kegiatan-kegiatan manusia yang modern dan canggih. Salah
satu aspek yang menjadi sorotan utama saat ini adalah penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi sebagai media informasi dan promosi.
Media promosi tidak lagi terbatas pada media cetak,
elektronik berbasis televisi dan radio dengan harga yang mahal, namun ada
sebuah alternatif lain dengan biaya murah yang sangat mungkin dijangkau adalah
dengan memanfaatkan internet, selain jangkauan yang luas mendunia, internet
juga memungkinkan pemilik usaha dan layanan bisa langsung berinteraksi dengan
calon klien. Salah satu cara yang dilakukan dalam penggunaan internet adalah
membangun sebuah website.
Internet merupakan salah satu media pemasaran yang
bersifat global, dimana sebuah informasi dapat secara cepat dan mudah untuk
diperoleh dan disebarluaskan. Selain sebagai sarana promosi internet juga
menyediakan informasi tentang sebuah lembaga itu sendiri.
Batasan Masalah
Penulisan ilmiah
ini hanya membahas penjelasan mengenai analisis webste yang meliputi :
penjelasan, parameter, tipe-tipe, kualitas pengukuran
website, langkah-langkah, hingga tujuan dari menganalisis website itu sendiri.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan informasi terkait dengan
penganalisa-an website sedetil-detilnya. Dengan harapan dapat memberikan pemahaman dan membuka wawasan terkait penganalisa-an sebuah website sebagai sarana
informasi.
TELAAH PUSTAKA
Sekilas
Mengenai Analisis
Analisis
atau analisa berasal dari kata Yunani kuno analusis yang
berarti melepaskan. Analusis terbentuk
dari dua suku kata, yaitu ana yang
berarti kembali, dan luein yang
berarti melepas, jika digabung berarti melepas kembali atau menguraikan.
Kata analusis ini diserap ke dalam bahasa Inggris
menjadi analysis, yang kemudian juga diserap ke dalam bahasa
Indonesia menjadi analisis.
Kata
analisis sendiri digunakan dalam berbagai bidang, di antaranya bidang ilmu
bahasa, ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu alam (sains), dan lain sebagainya.
Dalam bidang bahasa dan linguistik, analisis adalah suatu kajian mendalam untuk
meneliti struktur pada sebuah bahasa.
Salah satu bentuk analisis adalah merangkum sejumlah
besar data yang masih mentah, untuk selanjutnya diolah menjadi sebuah informasi
yang dapat diinterpretasikan. Semua bentuk analisis berusaha menggambarkan
pola-pola secara konsisten dalam data sehingga hasilnya dapat dipelajari dan
diterjemahkan dengan mudah, singkat dan penuh dengan arti.
Sekilas Mengenai Website
Website
merupakan sebuah media informasi yang ada di internet.Website tidak hanya dapat
digunakan untuk penyebaran infomasi saja melainkan bisa digunakan untuk membuat
toko online. Website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya
terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam
World Wide Web (WWW) di Internet. Sebuah halaman webadalah dokumen yang ditulis
dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir selalu bisa diakses
melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website
untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari
website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat
besar. Halaman-halaman dari website akan bisa diakses melalui sebuah URL yang
biasa disebut Homepage. URL ini mengatur halaman-halaman situs untuk menjadi
sebuah hirarki, meskipun, hyperlink-hyperlink yang ada di halaman tersebut
mengatur para pembaca dan memberitahu mereka susunan keseluruhan dan bagaimana
arus informasi ini berjalan. Beberapa website membutuhkan subskripsi (data
masukan) agar para user bisa mengakses sebagian atau keseluruhan isi website
tersebut (Javacreativity, 2014). PHP adalah singkatan dari Personal Home Page
yang merupakan bahasa standar yang digunakan dalam dunia website. PHP adalah
bahasa pemrograman yang berbentuk script yang diletakkan didalam web server.
PHP dapat diartikan sebagai Hypertext Preeprocessor. Ini merupakan bahasa yang
hanya dapat berjalan pada server yang hasilnya dapat ditampilkan pada klien.
Interpreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi server disebut server
side, berbeda dengan mesin maya Java yang mengeksekusi program pada sisi klien.
(Peranginangin, 2006). MYSQL menurut Raharjo (2011), merupakan RDBMS (server
database) yang mengelola database dengan cepat menampung dalam jumlah sangat
besar dan dapat di akses oleh banyak user. Sedangkan Menurut Kadir (2008) MySQL
adalah sebuah software open source yang digunakan untuk membuat sebuah
database. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa MySQL adalah Suatu software atau program yang digunakan untuk
membuat sebuah basis data yang bersifat open source.
Sekilas
Mengenai Analisis Website
Analisis Web adalah pengukuran, pengumpulan, analisis dan
pelaporan data internet untuk tujuan memahami dan mengoptimalkan penggunaan web. Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang
secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Jadi Metodologi Analisis Web adalah
cara yang digunakan untuk mengoptimalkan sebuah web dengan melakukan
pengumpulan serta pengukuran data pada internet.
Sekilas
Mengenai SERVQUAL
SERVQUAL
adalah suatu kuesioner yang digunakan untuk mengukur kualitas jasa. Cara ini
mulai dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Zeithaml, Parasuraman, dan Berry.
Zeithaml (1990) menyatakan bahwa
SERVQUAL adalah “a customer’s judgment of the overall excellence or
superiority of a service”. Sehingga, SERVQUAL dapat diartikan sebagai seberapa
jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan pelanggan atas pelayanan yang
mereka terima/peroleh. Skala SERVQUAL meliputi lima dimensi kualitas jasa
yaitu: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy.
Sekilas
Mengenai WEBQUAL
WEBQUAL
merupakan salah satu metode pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi
pengguna akhir. WEBQUAL ini merupakan pengembangan dari SERVQUAL yang telah
banyak digunakan untuk pengukuran kualitas jasa. WEBQUAL ini berbasis pada
Quality Function Deployment (QFD). Dimensi-dimensi dari WEBQUAL meliputi :
Usability Quality, Information Quality, dan Service Interaction Quality.
METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah melalui metode
studi pustaka yang ada, dengan cara melakukan penelitian dan pencarian
informasi-informasi yang menunjang dalam pembuatan sebuah website . Salah satu refrensinya adalah Esensi
Analisis Web yang dapat ditelusuri melalui internet, buku
tentang Analisis Web dan juga blog, diskusi
online, ataupun jurnal penelitian mengenai Esensi
Analisis Web.
PEMBAHASAN
.
Dasar-Dasar Analisis Website
Analisis Web adalah pengukuran, pengumpulan,
analisis dan pelaporan data internet untuk tujuan memahami dan mengoptimalkan
penggunaan web. Metodologi adalah
cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan. Jadi Metodologi
Analisis Web adalah cara yang digunakan untuk mengoptimalkan sebuah
web dengan melakukan pengumpulan serta pengukuran data pada internet.
Metodologi paling klasik terdiri dari 5
fase yaitu :
1. Fase
requirement. mencari tahu apa yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek
pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.
2. Fase
analisa. memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja
yang diperlukan, masalah yang kemungkinan dihadapi, apa saja yang diperlukan
dalam proses pengembangan, dsb.
3. Fase
perancangan. membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat
berdasarkan hasil analisa sebelumnya.
4. Fase
pengembangan. tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada
tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah
berjalan sesuai yang diinginkan.
5. Fase
installasi. setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah
memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si
setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi
ini.
Analisis Web, juga dikenal
sebagai analisis lalu lintas atau pengendalian Web, berfungsi untuk
meningkatkan efisiensi dan memantau kesuksesan situs web jangka panjang. Ini
adalah metode untuk merekam dan mengevaluasi informasi tentang perilaku
pengunjung, serta menghitungnya menjadi data statistik (KPI). Dari metrik
kinerja ini, tindakan yang tepat kemudian dapat diturunkan yang dimaksudkan
untuk menghasilkan perkembangan positif tergantung pada tujuan dari operator
situs web.
1)
KPI (Key Performance Indicator)
Adalah informasi statistik yang hanya memiliki
signifikansi nyata jika dibandingkan dengan data spesifik atau industri
sebelumnya. Ini harus dipertimbangkan dalam jangka waktu yang wajar agar bisa
melihat perubahan sebagai tren dan bukan sebagai fluktuasi sehari-hari biasa.
Namun, analisis reguler direkomendasikan untuk melakukan tindakan tepat waktu
berdasarkan data statistik utama dengan tren negatif.
2)
Paling banyak dilihat
3)
Durasi kunjungan
4)
Jalur pengguna yang populer
5)
Nilai halaman
6)
Klasifikasi pengunjung
Fase
pada Analisis Web
- Fase
requirement. mencari tahu apa yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek
pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.
- Fase
analisa. memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa
saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan dihadapi, apa saja yang
diperlukan dalam proses pengembangan, dsb.
- Fase
perancangan. membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan
dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya.
- Fase
pengembangan. tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan.
Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah
telah berjalan sesuai yang diinginkan.
- Fase
installasi. setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan
telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka
aplikasi akan si setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk
menjalankan aplikasi ini.
Kategori
Analisis Web
1.
Analisis
web di luar situs mengacu pada pengukuran dan analisis web terlepas dari apakah
seseorang memiliki atau mengelola situs web. Ini mencakup pengukuran potensi
2.
audiens
(peluang) situs web, pangsa suara (visibilitas), dan buzz (komentar) yang
terjadi di Internet secara keseluruhan.
3.
Analisis
web di tempat yang lebih umum dari keduanya, mengukur perilaku pengunjung
sekali di situs web. Ini termasuk driver dan konversinya; misalnya, sejauh mana
laman landas berbeda dikaitkan dengan pembelian online. Analisis web di tempat
mengukur kinerja situs web dalam konteks komersial. Data ini biasanya
dibandingkan dengan Key Performance Indicator (KPI) untuk kinerja dan digunakan
untuk meningkatkan respons audiens situs web atau kampanye pemasaran . Google
Analytics dan Adobe Analytics adalah layanan analisis web di tempat yang paling
banyak digunakan.
Parameter dalam
Analisa Website
1)
Accesibility
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya
2)
Readibility
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
3)
Speed
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs.
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs.
4)
Content
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut
5)
Technology
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut.
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut.
Tipe-Tipe Analisis Website
1)
Content Analysis
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
2)
Interaction Analysis
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
3)
Functional Analysis
Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil.
Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil.
4)
Configuration Analysis
Konfigurasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web,
internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga meliputi
relasi database dengan web jika diperlukan. Setelah mengetahui apa saja jenis
dari analisis maka kita akan
masuk ke tahap proses menganalisanya.
Kualitas
Pengukuran Website
Kualitas pengukuran website
terdiri dari 2 yaitu : SerQual dan WebQual
1)
SERVQUAL
ServQual
adalah salah satu metode untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap
layanan yang diberikan. Metode ServQual memperhatikan harapan pelanggan
mengenai layanan yang akan diterimanya (expectation) dan layanan yang telah
diterimanya (perception). Menurut Tjiptono (2005) service quality
adalah suatu
tingkat keunggulan yang diharapkan dimana pengendalian atas tingkat keunggulan
tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan [12]. Adapun
kriteria kelima dimensi kualitas dari model ServQual tersebut adalah:
- Tangibles,
penampakan dari fasilitas fisik, peralatan, personel, dan sarana
komunikasi
- Reliability,
kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan secara konsisten,
memuaskan, dan akurat
- Responsiveness,
keinginan untuk membantu pelanggan dan menyediakan jasa tepat waktu
- Assurance
(termasuk competence, curtecy, credibility, dan security). Kompetensi dari
sistem dan kredibilitas dalam menyediakan jasa secara sopan dan aman
- Emphaty
(termasuk accessability, communication, dan understanding knowing the
customer). Suatu pendekatan, kemudahan untuk mengakses, kemudahan berusaha
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
2)
WEBQUAL
WebQual
merupakan salah satu metode pengukuran kualitas website yang dikembangkan oleh
Stuart Barnes dan Richard Vidgen (1998) berdasarkan persepsi pengguna akhir
(end-user).), WebQual adalah “...structured and disciplined process that
provide a means to identify and carry the voice of the customer through each
stage of product and or service development and implementation” yang artinya
WebQual adalah proses terstruktur dan disiplin yang menyediakan sarana untuk
mengidentifikasi dan membawa suara pelanggan melalui setiap tahap pengembangan
produk dan atau jasa dan pelaksanaanya [11]. Kualitas inti WebQual berasal dari dukungan
dari berbagai literatur primer dan sekunder yang mengacu pada penelitian dari
tiga bidang utama yaitu:
- Information
Quality adalah mutu dari isi yang terdapat pada site, pantas tidaknya
informasi untuk tujuan pengguna seperti akurasi, format dan keterkaitannya.
- Service
Interaction Quality adalah mutu dari interaksi pelayanan yang dialami oleh
pengguna ketika mereka menyelidiki kedalam site lebih dalam, yang terwujud
dengan kepercayaan dan empati, sebagai contoh isu dari keamanan transaksi
dan informasi, pengantaran produk, personalisasi dan komunikasi dengan
pemilik site.
- Usability
adalah mutu yang berhubungan dengan rancangan site, sebagai contoh
penampilan, kemudahan penggunaan, navigasi dan gambaran yang disampaikan
kepada pengguna.
Langkah-Langkah
Dasar Analisis Web
Gambar 1.
Langkah-Langkah Dasar Analisis Web
1)
Pengumpulan data (Collection of data)
Tahap ini
adalah pengumpulan data dasar dan dasar. Biasanya, data ini adalah
hitungan hal. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengumpulkan data. Berikut adalah contoh metode pengumpulan data:
1. Wawancara:
teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab
langsung antara peneliti dan narasumber
2. Observasi:
metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam
pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap
dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang
terjadi.
3. Angket
(kuesioner): metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
4. Studi
dokumen: metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek
penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai
macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis.
5. Tes:
digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang
diteliti. Tes terstandar biasanya sudah tersedia di lembaga testing, yang sudah
terjamin keampuhannya.
2)
Pemrosesan data menjadi informasi (Processing of data into information)
Tahap ini
biasanya menghitung dan menjadikannya rasio, meskipun mungkin masih ada
beberapa penghitungan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengambil data
dan menyesuaikannya menjadi informasi, khususnya metrik. Tiga tahapan dasar tersebut dikembangkan sebagai berikut:
1.
Penghimpunan dan pencatatan data
2.
Pengklasifikasian data
3.
Penyusunan data (Sorting)
4.
Perhitungan (Calculating)
5.
Penyusunan laporan (Summarizing)
6.
Penyimpanan (Storing)
7.
Pencarian (Retrieving)
8.
Komunikasi (Communication)
3)
Mengembangan KPI (Developing Key Performance Indicators)
Tahap ini
berfokus pada penggunaan rasio (dan jumlah) dan menanamkannya dengan strategi
bisnis, disebut sebagai indikator kinerja utama (KPI). Sering
kali, KPI menangani aspek konversi, tetapi tidak selalu. Itu tergantung
pada organisasi
4) Merumuskan
Strategi Online (Formulating online strategy)
Tahap ini
berkaitan dengan tujuan, sasaran, dan standar online untuk organisasi atau
bisnis. Strategi-strategi ini biasanya terkait dengan menghasilkan uang,
menyimpan uang, atau meningkatkan pangsa pasar.
Tujuan Analisis
Web
Banyak statistik kunci dihitung
dan diamati sebagai bagian dari analisis web secara umum. Masing-masing
indikator ini merupakan insentif untuk mengambil tindakan terhadap perbaikan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi operator situs web untuk fokus pada tujuan
utama mereka dan menetapkan prioritas dengan benar. Jika demikian, maka
pengenalan yang konsisten dan cepat dari ukuran yang ditargetkan adalah
mungkin.
Kemungkinan sasaran analisis web dapat dilakukan:
1)
Tingkatkan jumlah pengunjung
2)
Kesetiaan pelanggan
3)
Menjaga pengunjung di website selama mungkin
4)
Meningkatkan konversi
5)
Meningkatkan kepuasan pelanggan
6)
Mengendalikan kesuksesan periklanan
7)
Meningkatkan pendapatan dengan menjual
KESIMPULAN
1.
Analisis web adalah pengukuran,analisis.
dan pelaporan data untuk mengoptimalkan penggunaan web yang berguna untuk
memantau kesuksesan, dan meningkatkan efisiensi dari suatu web
2.
Fase analisis web terdiri dari 5 fase,
yaitu kebutuhan, analisa, perancangan, pengembangan, dan instalasi, dimana fase
pertama adalah yang paling penting agar tidak salah arah tepat guna dan sesuai
tujuan yang ingin dicapai, sehingga fase pertama harus dilakukan dengan matang
3.
Langkah dasar dalam menganilisis web dan
dilihat dalam garis besar yaitu mengumpukan data, dan yg kedua mengolahnya
menjadi informasi bermakna yang dapat dimanfaatkan.
4.
Terdapat lima parameter penting dalam
melalakukan analisis web, dan setiap parameter saling melegkapi dalam
menjadikan berkuaalitas atau tidaknya
web tersebut.
5.
Analisis web juga dibedakan menjadi
empat tipe yang berbeda berdasarkan konten, fungsi, interaksi, dan
konfigurasinya
6.
Standar untuk mengukur kualitas suatu
website bisa dilihat dari 2 metode yaitu servqual dimana memperhatikan
ekspektasi pelanggan dan webqual yang berdasarkan persepsi end-user
SARAN
1.
Ada baiknya untuk melakukan sebuah
metode penelitan untuk menguji efektifitas dari metode untuk mentukan kualitas
suatu website agar didapat data yang benar-benar bisa digunakan untuk
menunjukkan kekurangan, dan kelebihan dari masing amsing metode.
2.
Dalam melakukan metode pengecekan
kualitas suatu web diharap sudah benar-benar memahami apa saja yang dibutuhkan
dalam menjalankan metode tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
[2] Anonim, Web Analytics
[3] Trimarsiah, Yunita dan Muhajir Arafat. 2017. Analisis dan Perancangan Website Sebagai Sarana Informasi pada Lembaga
Bahasa Kewirausahaan dan Komputer Akmi Baturaja. Vol.19, No.1. Baturaja
[4] Hestanto,
Dasar Dasar Analisis Web
[5] Kho,
Budi. 2018 . Pengertian
KPI (Key Performance Indicators) atau Indikator Kinerja Utama
https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-kpi-key-performance-indicators-indikator-kinerja-utama/
[6] Himawat
Aryadita , Dyah Ayu Widyastuti , Niken Hendrakusuma Wardani. 2017. ANALISIS KUALITAS LAYANAN WEBSITE E-COMMERCE
TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 . 10(1) :29-35
[7] Diana
dan Veronika , Nuri David Maria.
2008 . Analisis
Kualitas Website Provinsi Bengkulu Menggunakan Metode WebQual 4.0. Vol.5,
No.1. Bengkulu

Komentar
Posting Komentar