Cara Membuat Pitch Deck Yang Mampu Menarik Perhatian Client



        Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum mengenai rencana bisnismu. Dengan bantuan tersebut, kamu bisa menjelaskan seperti apa produkmu kepada calon investor dan membuat mereka tertarik memberikan pendanaan untuk bisnismu. Pitch deck biasanya dibuat menggunakan berbagai macam tools umum seperti PowerPoint, KeyNote, atau Prezi. Tak hanya untuk menjelaskan rencana bisnis, pitch deck juga bisa kamu gunakan saat bertemu dengan perusahaan lain untuk bekerja sama atau orang yang akan menjadi calon Co-Founder.
         Berikut adalah elemen-elemen konten apa saja yang perlu di tampilkan dalam presentasi pitch dek kepada client atau investor.
  • Latar belakang masalah
  • Solusi yang ditawarkan
  • Produk atau layanan perusahaan
  • Kondisi dan potensi pasar
  • Rencana bisnis
  • Poin unik yang membedakan dengan perusahaan lain
  • Kompetitor
  • Rencana pemasaran
  • Perkenalan tim
  • Pencapaian bisnis
        Setelah mengetahui apa fungsi, pengertian pitch deck, dan konten apa saja yang perlu ditampilkan, maka selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara membuatnya. Pitch deck yang kamu buat tentu harus singkat, jelas, dan menarik, karena akan menentukan progress bisnismu ke depannya. Berikut adalah cara membuat pitch deck yang baik dan menarik perhatian para client.
  1. Buat pitch deck dengan 10 - 12 slide presentasi. Presentasi pada pitch deck harus lah singkat, padat, namun jelas. Hal ini dilakukan agar para investor atau client tidak merasakan bosan pada saat melihat presentasi yang sedang dilangsungkan, dengan membuat konten secara singkat pada setiap slide dan melakukan improvisasi yang sudah disiapkan secara matang guna meningkatkan minat bagi para client.
  2. Buat pitch deck dengan ukuran font 30. Dalam membuat konten dari pitch deck yang akan ditampilkan kepada client, usahakan font yang digunakan tidak kurang dari 30 agar client tidak akan merasa kesuliatan saat membaca slide yang sedang di presentasikan.
  3. Masukan elemen grafis. Selain meminimumkan dan menyeragamkan font yang ada di dalam setiap slide pitch deck, kita harus bisa membuat tampilan pitch deck menjadi lebih menarik, contohnya dengan memasukan sedikit elemen-elemen grafis atau gambar. Hal ini penting terutama keitka kita sedang menjelaskan hal-hal yang cukup berat seperti potensi pasar dan sebagainya.
  4. Cantumkan nama Founder dan tim. Tunjukanlah kepada client terkait siapa saja orang-orang yang akan terlibat dalam bisnis, dan jelaskan posisi mereka masing-masing. Dengan anggota tim yang kuat, client akan merasa yakin untuk bekerja sama bahwa bisnis yang akan terjalin dibangun dengan rencana yang matang.
  5. Berikan gambaran contoh produk. Di dalam slide pitch deck yang dibuat, presentasikan contoh gambaran produk yang akan di tawarkan kepada client berikut cara kerjanya. Buat dalam bentuk jabaran kalimat yang singkat, dan buat tampilan presentasi tersebut semenarik mungkin.
  6. Berikan informasi potensi pasar. Setelah menjelaskan bentuk bisnis dan produk yang ditawarkan, presentasikan informasi terkait bagaimana potensi pasar yang tersedia. Seberapa besar pasar yang ada juga akan menentukan apakah investor akan mendanai bisnis yang dibuat. Pada slide ini, sajikan data dalam bentuk grafik yang menguraikan pertumbuhan pasar di masa lalu dan pertumbuhan potensial pasar di masa depan. Untuk meyakinkan client atau investor, kita wajib untuk mencantumkan sumber data tersebut.
  7. Jelaskan mengenai pesaing bisnis. Pada slide pitch deck berikutnya, jangan lupa untuk menjelaskan siapa saja yang akan menjadi pesaing bisnis, dan jabarkan kelebihan bisnis kita dibanding dengan pesaing tersebut. Bila perlu kita juga dapat menjelaskan strategi yang akan digunakan untuk mengambil market dari pesaing tersebut.
  8. Sampaikan informasi keuangan bisnis saat ini. Dalam pembuatan pitch deck, terkadang investor atau client ingin mengetahui tentang kesehatan keuangan dari bisnis yang kita miliki. Mereka biasanya ingin melihat sejumlah laporan, seperti laporan laba rugi, laporan penjualan, dan laporan arus kas selama kurang lebih tiga tahun. Namun untuk semuanya tidak perlu ditampilkan secara detail, tetap untuk menampilkan poin penting agar lebih ringkas dengan membuat grafik, dan lain sebagainya.
  9. Jelaskan resiko yang mungkin terjadi. Pada bagian ini, kita harus bisa menjelaskan kepada client atau investor terkait resiko apa saja yang mungkin terjadi, dan sertakan solusi jika resiko itu terjadi. Hal ini penting untuk meyakinkan client atau investor, agar mereka tidak merasa sia-sia dalam bekerja sama atau berinvestasi kedalam bisnis kita.
  10. Tetapkan jumlah dana yang ingin diraih. Setelah semua hal tersebut dilakukan dan memberikan presentasi pitch deck dengan maksimal, kini saatnya kita untuk menetapkan jumlah pendanaan yang ingin di raih, dan tidak lupa untuk menjelaskan apa saja yang akan dilakukan apabila dana tersebut berhasil tercapai. Hal ini digunakan untuk memberitahukan sekaligus meyakinkan kepada client atau investor terkait berapa jumlah dana yang harus mereka keluarkan untuk membantu bisnis kita.
Sumber : 
https://www.trentech.id/8-contoh-pitch-deck-startup-yang-bisa-kamu-pelajari/
https://www.ekrut.com/media/pengertian-pitch-deck-dan-cara-membuatnya
https://glints.com/id/lowongan/pitch-deck-adalah/#.YXjsllVBzIU

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknologi Terbaru

KOMPUTASI MODERN

Esensi Analisis Web